Dalam Islam, hawa nafsu secara umum diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan utama berdasarkan Al-Qur'an dan pandangan para ulama, yaitu Nafsu Amarah (menyeru keburukan), Nafsu Lawwamah (menyesali keburukan), dan Nafsu Muthmainnah (tenang/baik). Dalam kajian tasawuf yang lebih rinci, nafsu juga dibagi menjadi tujuh tingkatan, termasuk Mulhamah, Radliah, Mardliyyah, dan Kamilah.
- Nafsu Amarah (al-nafs al-ammārah): Tingkatan terendah, cenderung mendorong pada kejahatan, dosa, dan kesenangan duniawi yang negatif.
- Nafsu Lawwamah (al-nafs al-lawwāmah): Jiwa yang mulai sadar, sering menyesali perbuatan maksiat, namun masih bergejolak antara taat dan maksiat.
- Nafsu Muthmainnah (al-nafs al-muṭma'innah): Jiwa yang tenang, rida, dan diridhai Allah, selalu condong pada kebaikan dan ketaatan.
Tujuh Tingkatan Nafsu (Kajian Tasawuf/Sufistik):
Beberapa ulama, seperti dalam tradisi sufistik, membagi nafsu menjadi tujuh tingkatan (tujuh jenis nafsu), yaitu:
Beberapa ulama, seperti dalam tradisi sufistik, membagi nafsu menjadi tujuh tingkatan (tujuh jenis nafsu), yaitu:
- Ammarah: Cenderung pada kejahatan.
- Lawwamah: Mencela diri sendiri atas kesalahan.
- Mulhamah: Jiwa yang menerima ilham kebaikan, namun masih berat.
- Muthmainnah: Jiwa tenang.
- Radliyah (Radhiah): Rida atas ketentuan Allah.
- Mardliyyah: Diridhai oleh Allah.
- Kamilah: Tingkatan sempurna.


0 komentar:
Posting Komentar