Sabtu, 07 Februari 2026

Hawa Nafsu menurut Alquran dan Ilmu Tassawuf

 Dalam Islam, hawa nafsu secara umum diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan utama berdasarkan Al-Qur'an dan pandangan para ulama, yaitu Nafsu Amarah (menyeru keburukan), Nafsu Lawwamah (menyesali keburukan), dan Nafsu Muthmainnah (tenang/baik). Dalam kajian tasawuf yang lebih rinci, nafsu juga dibagi menjadi tujuh tingkatan, termasuk Mulhamah, Radliah, Mardliyyah, dan Kamilah.



Tiga Tingkatan Utama Hawa Nafsu (Berdasarkan Al-Qur'an):
  • Nafsu Amarah (al-nafs al-ammārah): Tingkatan terendah, cenderung mendorong pada kejahatan, dosa, dan kesenangan duniawi yang negatif.
  • Nafsu Lawwamah (al-nafs al-lawwāmah): Jiwa yang mulai sadar, sering menyesali perbuatan maksiat, namun masih bergejolak antara taat dan maksiat.
  • Nafsu Muthmainnah (al-nafs al-muṭma'innah): Jiwa yang tenang, rida, dan diridhai Allah, selalu condong pada kebaikan dan ketaatan.
Tujuh Tingkatan Nafsu (Kajian Tasawuf/Sufistik):
Beberapa ulama, seperti dalam tradisi sufistik, membagi nafsu menjadi tujuh tingkatan (tujuh jenis nafsu), yaitu:
  1. Ammarah: Cenderung pada kejahatan.
  2. Lawwamah: Mencela diri sendiri atas kesalahan.
  3. Mulhamah: Jiwa yang menerima ilham kebaikan, namun masih berat.
  4. Muthmainnah: Jiwa tenang.
  5. Radliyah (Radhiah): Rida atas ketentuan Allah.
  6. Mardliyyah: Diridhai oleh Allah.
  7. Kamilah: Tingkatan sempurna.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Hawa Nafsu menurut Alquran dan Ilmu Tassawuf

0 komentar:

Posting Komentar